| Gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi damai di Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Jumat (5/6/2026). |
Sungai Penuh - Kementerian Kehutanan bersama Tim gabungan menertibkan PETI di kawasan TNKS Laporan Muara Hemat Kabupaten Kerinci Jambi. Patroli gabungan pada 20-25 Mei 2026 dengan melibatkan BB TNKS, Balai Gakkumhut wilayah Sumatera, Kodim Kerinci, mitra masyarakat Polhut. Dilapangan Tim Gabungan menemukan pondok/kemah, peralatan, drum BBM dan Galon sarana tersebut secara aman agar tidak digunakan kembali untuk kegiatan ilegal.
Gabungan LSM melakukan aksi damai mengkritisi kegiatan razia tersebut karena operasi tersebut dianggap tidak berhasil karena saat razia kegiatan PETI sudah tidak ada dugaan operasi dibocorkan oleh orang dalam. Selain menyoroti aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), juga mempertanyakan lemahnya pengawasan hutan sehingga perambahan hutan semakin nyata, kemudian juga gabungan lsm meminta transparansi dana program di BBTNKS yang tertutup padahal banyak sekali anggaran APBN, hibah dan program dari lembaga donor yang tidak dipublikasi oleh BBTNKS hal ini semua dinilai merugikan masyrakat dan lingkungan.
Peserta aksi terdiri dari LSM Pedas, LSM Limbah, LSM Cakrawala, dan LSM Fakta.
Koordinator aksi yang juga Ketua Umum LSM Pedas, Efyarman, dalam orasinya menyampaikan bahwa kerusakan hutan dapat berdampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. BBTNKS diminta terbuka dalam programnya dan menindak oknum BBTNKS yang diduga bermain mata dengan penambang PETI dan perambah hutan. Efyarman juga mengaku sudah melaporkan secara resmi melalui surat semua temuan LSM Pedas ke Menteri Kehutanan pada awal maret 2026
Dalam audiensi tersebut terjadi banyak perdebatan antara pihak BBTNKS dan para aktivis. Namun, para pendemo mengaku belum mendapatkan jawaban yang memuaskan atas berbagai pertanyaan yang mereka sampaikan.
Hari ini kami melakukan audiensi dengan pihak BBTNKS, tetapi hasilnya nihil. Kami akan melanjutkan aksi dengan intensifikasi yang lebih besar, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat yang peduli dan menyelamatkan lingkungan, seperti PETI ini jelas-jelas sudah terjadi cukup lama dan sudah menjadi rahasia umum kalau banyak alat berat yang digunakan, tidak masuk logika kalau pihak TNKS khususnya Seksi Kerinci tidak mengetahui” ujar Martias Ketua DPD Limbah
Dikutip dari halaman instagram bbtn_kerinciseblatofficial bahwa BBTNKS memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian dan laporan yang disampaikan oleh rekan-rekan LSM. Menjaga kelestarian TNKS tidak bisa dilakukan sendirian kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, LSM dan masyarakat adalah kunci utama demi lestarinya paru-paru dunia ini.