Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Headline

Fokus Jambi

Nasional

Hukum

Berita Terbaru

Tuesday, 6 September 2022

Akatara Project Dimulai, SKK Migas - KKKS Jadestone Energy Optimalkan Produksi Gas di Tanjung Jabung


FOKUSJAMBI.COM, JAMBI -
Penghujung bulan kemerdekaan, menjadi saksi bersejarah bagi Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dalam meningkatkan pendapatan negara.

Dimana peletakan batu dan pemancangan pertama "EPCI Akatara Gas Processing Facility and Sales Gas Pipeline Project” bertempat di Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, dan acara seremonial berjalan dengan sukses.

Hadir secara langsung dalam seremonial peletakan batu dan pemancangan pertama Akatara Project yakni Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., perwakilan Kementerian Investasi RI, Bupati Tanjung Jabung Barat, Ust. Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan, Anggono Mahendrawan, General Manager of Jadestone Energy (Lemang) Pte. Ltd., Andi Iwan Uzamah, dan President Director PT JGC Indonesia, Nurdin Haris.

Selain itu, hadir pula Achmad Sjahabudin Junus selaku Achmad Sjahabudin Junus selaku Project Manager of Jadestone Energy (Lemang) Pte. Ltd. beserta jajaran, Soesilo L. Nugroho selaku Director & Project Manager PT JGC Indonesia beserta jajaran, Ardiansyah selaku Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas dan Andi Arie Pangeran selaku Kepala Departemen Humas SKK Migas SUMBAGSEL beserta jajaran.

Kemudian, Johansyah selaku Kepala Biro Perekonomian dan SDM Pemerintah Provinsi Jambi, perwakilan POLRES Tanjung Jabung Barat, KODIM 0419/TANJAB, dan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat, perwakilan PLN Batam dan Transportasi Gas Indonesia (TGI), serta tamu undangan dan mitra kerja lainnya.

Diawali dengan tari penyambutan tabur beras kunyit khas Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan penjelasan prosedur keselamatan di lokasi acara, para pekerja turut serta menyaksikan prosesi dimulainya Akatara Project, yang dioperasikan oleh Jadestone Energy Lemang Pte. Ltd. Diketahui, PT JGC Indonesia merupakan main contractor atau kontraktor utama dalam pelaksanaan Akatara Project.

Andi Iwan Uzamah selaku General Manager of Jadestone Energy Lemang Pte. Ltd. menuturkan, selain mendukung pencapaian 1 juta barel dari pemerintah, Akatara Project diharap mampu optimal menimbulkan efek domino bagi keberlangsungan dan kebermanfaatan bagi masyarakat lingkungan sekitar operasi.

"Alhamdulillah pagi ini kita bisa melaksanakan peletakan batu pertama. JGC terpilih sebagai kontraktor yang reputasinya baik. Kami harapkan peletakan batu pertama sekaligus berkomitmen mandat yang kami dapatkan bisa kami deliver. Dengan adanya proyek ini, ekonomi kerakyatan akan berjalan. Agar ekonomi ini bisa bergerak. Akan kami wujudkan segera," ujarnya.

"Mohon (JGC) selesaikan proyek ini on budget. Kami mohon dukungan masing-masing entitas bagi kebermanfaatan masyarakat sekitar," tambahnya.

Sementara, Nurdin Haris selaku President Director PT. JGC Indonesia menuturkan, dirinya berkomitmen penuh atas proyek Akatara. Dengan mengutamakan keselamatan kerja dan dedikasi, pihaknya bangga menjadi kontraktor yang ditunjuk oleh Jadestone Energy Lemang Pte. Ltd. untuk mega proyek ini.

"Kami selaku kontraktor sangat memahami realisasi pengerjaan dimulai pada peletakan batu pertama. Apresiasi yang tinggi kami berikan kepada Jadestone, adalah komitmen kami dengan mengutamakan keselamatan kerja. Kami merasa bangga terhadap proyek yang dilaksanakan di daerah Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi," ujarnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan, Anggono Mahendrawan dalam sambutannya menuturkan, EPCI AKATARA Gas Processing Facility and Sales Gas Pipeline Project ini diharap dapat diselesaikan pada semester 1 tahun 2024 dan dapat segera beroperasi.

Dimana proyek ini meliputi pembangunan gas facility dan pipeline sepanjang 17 kilometer hingga ke titik sales point Pipeline TGI yang akan melewati 2 desa, 1 kelurahan di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Bram Itam dan Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Kami berharap melalui project ini masyarakat nantinya dapat merasakan efek berganda hulu migas, sebagai salah satu wujud adanya kegiatan operasional hulu migas, berupa peningkatan perekonomian untuk Provinsi Jambi khususnya bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dalam kesempatan ini juga, kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik dari pemerintahan maupun utamanya masyarakat dalam upaya menyukseskan project yang dijalankan KKKS Jadestone Energy di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini," tuturnya.

Pada sambutannya, Bupati Tanjung Jabung Barat, Ust. Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi SKK Migas serta Jadestone Energy, dengan harapan keberadaan Akatara Project bermanfaat pada peningkatan perekonomian masyarakat dan menambah pendapatan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Jadestone dan SKK Migas SUMBAGSEL yang terus mendorong untuk pilot projek dari Akatara di Desa Bram Itam. Besar harapan kami, Blok Lemang dapat mengakselerasi sumber daya dan perekonomian bagi masyarakat sekitar. Wilayah kerja Lemang akan segera beroperasi guna meningkatkan produksi minyak nasional sebesar 1 juta BOPD dan 12 BSCFD. Jadestone diharapkan mampu membangun negeri," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. dalam sambutannya berharap sinergi, kolaborasi, dan percepatan dilakukan berbagai pihak guna membangun daerah.

"Kami tentunya berterima kasih banyak kepada SKK Migas yang telah sepakat untuk meletakkan batu pertama. KPK langsung mengawal agar sasarannya tepat. Tanjab Barat ini memang areal yang besar untuk produksi gas dan minyak di Provinsi Jambi. Saya berharap sinergi daripada teman-teman sekalian harus dikelola dengan baik dan cepat. Semakin banyak penerimaan negara, APBN kita makin baik dan bisa membangun daerah. Mudah-mudahan ini bisa cepat proses pengerjaannya. Semata-mata kegiatan ini diupayakan untuk masyarakat," ujar Gubernur Jambi, Al Haris.

Penekanan sirine yang dikomandoi oleh Gubernur Jambi, sebagai pertanda bahwa pelaksanaan Akatara Project secara resmi dimulai, disertai pemancangan pertama dan penandatangan prasasti. Pada peletakan batu dan pemancangan pertama Akatara Project, turut dilakukan penandatangaan Nota Kesepahamam atau MoU tentang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal antara Bupati Tanjung Jabung Barat, Ust. Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. dengan Soesilo L. Nugroho selaku Director & Project Manager PT JGC Indonesia.

Kegiatan yang diorganisir oleh PT. Searah Media Utama (Searah) selaku event organizer ini diakhiri dengan penanaman bibit pohon sebagai wujud komitmen Akatara Project terhadap pelestarian lingkungan dan penghijauan di wilayah operasi produksi.

Akatara Field berlokasi di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi, tepatnya di Blok Lemang dengan sistem sharing contract, dioperasikan oleh Jadestone Energy Lemang Pte. Ltd. Lapangan Akatara sebelumnya telah beroperasi dengan memproduksikan minyak sejak tahun 2016 hingga 2019. Namun demikian, berdasarkan hasil pengeboran pada tahun 2017 hingga 2018, ditemukan cadangan gas yang ekonomis.

Hal ini sejalan dengan potensi area sekitar seperti lapangan Betara yang merupakan wilayah operasi hulu migas yaag saat ini terbesar kontribusi produksi gas-nya di Provinsi Jambi.

Kontraktor Pemerintah ini mengkomersialisasikan gas yang bersumber dari di well pads A, B, C & D serta memproduksi raw gas sebanyak 25 MMSCFD dan akan terbentuk sebagai LPG. Meski demikian, sistem flowline lapangan yang ada akan dipertahankan.

Sementara sebanyak 20 MMSCFD gas akan diekspor via 8” x 17 KM di sistem transporter gas, termasuk di stasiun metering gas. Hasil kondesatnya-pun akan turut membantu memberikan pasokan tambahan bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional. (*)

Monday, 13 June 2022

SKK Migas-KKKS Saksikan Ekspor 1200 Metriks Ton Pipa Ke Uganda Dan kuwait, Dukung Produk Dalam Negeri


FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA
– Tim Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan beberapa rangkaian kunjungan ke sejumlah pabrikan dan vendor lokal di Batam, Kepulauan Riau. Dalam kegiatan tersebut SKK Migas dan KKKS juga menyaksikan pelepasan 1.200 metriks ton pipa OCTG (Oil Country Tubular Goods) produksi PT Citra Tubindo Tbk, ke Uganda dan Kuwait.

“Kami melihat langsung bagaimana pabrikan dan vendor lokal di Batam terus mengembangkan kemampuan dan kapasitasnya, sehingga mampu membuat dan memasok produk-produk berkualitas yang dibutuhkan oleh industri hulu migas. Bahkan produk mereka ini bisa bersaing menembus pasar global, bahkan membantu mereka memperkuat kemampuan perusahaan sehingga mencapai level saat ini,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi.

Dalam kunjungan lapangan itu, tim SKK Migas dan KKKS mengunjungi fasilitas manufaktur PT Imeco Inter Sarana dan PT Pertamina Patra Niaga di kawasan Batu Ampar, serta melihat aktivitas pabrikasi di PT APPIPA dan PT Citra Tubindo Tbk., yang berada di kawasan industri Kabil, Batam. Khusus di PT Citra Tubindo Tbk, rombongan meninjau fasilitas Pelabuhan Umum Citranusa Kabil yang dikelola oleh PT Sarana Citranusa Kabil sebagai anak perusahaan PT Citra Tubindo Tbk.

Erwin menambahkan, SKK Migas terus mendorong penggunaan barang dan jasa dalam negeri, sehingga industri hulu migas semakin memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan meningkatnya peran pabrikan, vendor lokal dan UMKM binaan, maka industri hulu migas menciptakan dampak berganda terhadap sektor-sektor lainnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Citra Tubindo Tbk, Satya Haragandhi mengatakan, pipa OCTG buatan pabriknya juga diekspor ke negara lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara Asia lainnya. “Produk lokal tidak identik dengan kualitas rendah. Kami ingin membuktikan bahwa produk lokal juga bisa bersaing, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di pasar global,” imbuhnya.

Kunjungan tim SKK Migas dan KKKS ke pabrikan dan vendor lokal ini merupakan bagian dari acara Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) 2022 area operasi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yang berlangsung selama tiga hari di Batam, Kepulauan Riau. Acara itu sendiri diikuti 22 pabrikan dan vendor lokal, 12 UMKM binaan, serta dihadiri perwakilan pemerintahan daerah di Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. Mereka yang hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara, Bupati Siak, Alfedri; perwakilan Pemkab Bengkalis, Heri Indra Putra; dan perwakilan Pemkab Kampar, Suhermi, serta Kepala Dinas ESDM Propinsi Riau, Evaferita.

“Kami berharap semua pihak yang terlibat di Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional dapat memanfaatkan peluang dari kegiatan ini, karena sudah banyak pabrikan Indonesia yang memiliki barang dengan kualitas tinggi dan harga yang kompetitif. Terbukti dari kunjungan yang telah kami lakukan, beberapa pabrikan Indonesia nyatanya mampu bersaing di pasar global. Semoga kegiatan Forum Kapasitas Nasional menjadi pemicu bagi perusahaan penunjang industri hulu migas untuk berlomba masuk ke pasar internasional,” tutup Erwin.

Terkait prestasi yang ditorehkan oleh beberapa pabrikan di wilayah operasional Sumbagut, Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko menambahkan, ”Apresiasi layak kami berikan kepada pabrikan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas produknya agar mampung bersaing di pasar global, upaya SKK Migas dalam mendorong industri penunjang lokal untuk tumbuh dan berkembang akan semakin kami tingkatkan, agar efek berganda terhadap sektor lainnya dapat terwujud.”(*)

Wednesday, 8 June 2022

Dorong Produk Lokal, SKK Migas dan KKKS Lakukan Inspeksi Langsung ke Pabrik


FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Untuk mendorong tingkat kadungan dalam negeri atau TKDN di Industri penunjang hulumigas, SKK Migas dan KKKS melakukan inspeksi atau kunjungan langsung ke pabrikasi di Batam, Provinsi Riau untuk melihat dari dekat kemampuan produk lokal yang diharapkan mampu bersaing dengan produk impor.


Dalam inspeksi ini, Selasa (7/6) sedikitnya ada 8 (delapan) KKKS yang dibawa SKK Migas untuk melihat secara langsung produk yang dibuat di Batam guna menunjang pelaksanaan proses produksi industri hulumigas di Indonesia.


Kepala Divisi Pengeloaan Rantai Suplai SKK Migas. Erwin Suryadi mengatakan inspeksi dilakukan untuk melihat dari dekat produk yang bisa dijodohkan atau _business matchmaker._ Yang nantinya diharapkan dapat digunakan di industri hulumigas.


Menurut Erwin, SKK Migas berkomitmen terhadap produk lokal untuk menggerakan industri dalam negeri sesuai dengan kenginginan pemerintah,


“Jika produknya berkualitas dan memenuhi standar Industri migas, kita akan supporting terus dan ini tidak main-main,” kata Erwin.


Pada inspeksi ini, SKK Migas dan KKKS mendatangi 3 perusahaan lokal di Batam, diantaranya A-S-L Shipyard Indonesia, Toemoe Valve dan perusahaan pipa seamless, Raimbow Tubulars Manufacture.


Saat inspeksi ini diketahui, ada perusahaan lokal yang mampu memproduksi dengan kandungan lokal hinggal 80 persen seperti yang dimilki A-S-L Shipyard Indonesia.


Sementara itu Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan pada forum kapasitas nasional di Batam, perusahaan-perusahaan lokal tersebut akan didorong untuk lebih berperan dan bersaing dengan lebih profesional, sehingga dapat berpartisipasi di Industri hulu migas yang memiliki standar safety dan  keteknikan yang tinggi.


“Banyak perusahaan lokal di Batam yang sebenarnya memiliki potensi di proyek-proyek hulumigas dan ini sangat beruntung karena perusahaan tersebut beroperasi di Indonesia,” Kata Rikky. (*)

 

Friday, 22 April 2022

Triwulan I 2022 Penerimaan Negara Dari Hulu Migas Mencapai Rp 62 Triliun


FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA -
 Harga minyak dunia yang tinggi sampai triwulan pertama 2022 telah memberikan dampak positif bagi penerimaan negara dari sektor hulu migas. Sampai triwulan I tahun 2022, penerimaan negara hulu migas sudah mencapai US$ 4,36 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun dan sudah mencapai 44 persen dari target penerimaan negara pada APBN 2022 yang sebesar US$ 9,95 miliar.

Selain faktor harga minyak dunia, penerimaan negara yang optimal dikontribusikan pula dari pembelanjaan barang/jasa dan kegiatan operasional lainnya yang dapat dilakukan secara efisien oleh Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS). Adapun realisasi cost recovery sampai triwulan pertama 2022 mencapai US$ 1,39 miliar atau saat ini terealisasi 16% dari alokasi cost recovery yang mencapai US$ 8,65 miliar. 

“Kami bersyukur ditengah kenaikan harga minyak dunia yang berimbas ke kenaikan beberapa biaya operasional, namun kami masih bisa melakukan efisiensi di beberapa hal seperti pengadaan rig pengeboran secara bersama dengan kontrak farm in, mengurangi inventory peralatan dengan melakukan sinkronisasi kebutuhan setiap KKKS yang telah memberikan hasil yang positif, yaitu biaya yang efisien”, kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto pada konferensi pers capaian dan kinerja hulu migas kuarta pertama 2022 (22/4) di Jakarta yang diselenggarakan secara hybrid (tatap muka dan online). 

Lebih lanjut Dwi menyampaikan dari keseluruhan hasil penjualan minyak dan gas yang mencapai US$ 9,42 miliar, dari jumlah tersebut distribusi penerimaan untuk negara mencapai US$ 4,36 miliar atau sebesar 46,3 persen, adapun yang menjadi bagian KKKS sebesar US$ 3,36 miliar atau sebesar 38,9 persen, sedangkan sisanya adalah cost recovery sebesar US$ 1,39 miliar atau sebesar 14,8 persen. 

Dwi menambahkan bahwa meskipun biaya-biaya KKKS dapat dijaga untuk efisien, beberapa aktivitas utama hulu migas di triwulan pertama 2022 sudah melampaui capaian pada triwulan yang sama tahun lalu. “Pada triwulan pertama, jumlah pengeboran sumur eksplorasi, sumur pengembangan, workover dan well service lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama tahun 2021. Ini menunjukkan upaya koordinasi yang dilakukan oleh manajemen SKK Migas dengan melakukan kunjungan lapangan diawal tahun dan dilanjutkan koordinasi oleh fungsi terkait berjalan dengan baik”, ujar Dwi. 

Berdasarkan data SKK Migas, pada triwulan pertama 2022, tercatat kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 5 sumur atau mencapai 125 persen dari raihan tahun lalu. Kemudian untuk pengeboran sumur pengembangan mencapai 162 sumur atau tercapai 213 persen. Selanjutnya kegiatan workover mencapai 146 pekerjaan atau mencapai 102 persen, serta untuk well service mencapai 7.265 kegiatan atau mencapai 131 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2021. 

Momentum harga minyak tinggi dapat berlangsung lebih lama karena kondisi pandemi yang menurun dan akibat invasi Rusia ke Ukraina sehingga harga rata-rata minyak Brent di Maret 2022 mencapai US$ 112,46 per barel. Diperkirakan harga rata-rata minyak dunia pada kurun waktu 2022-2023 akan berada dikisaran US$ 100 per barel. “Kami terus berkoordinasi dengan KKKS untuk dapat segera merealisaikan program kerja lebih cepat. Langkah tersebut sebagai upaya mendorong peningkatan realiasi investasi yang pada triwulan pertama baru mencapai US$ 2,1 miliar. Agar momentum harga minyak yang tinggi dapat memberikan imbal hasil investasi dan keekonomian bagi KKKS yang lebih besar serta tentu saja pemasukan negara yang semakin tinggi”, terang Dwi.

Berdasarkan capaian pada triwulan pertama 2022, SKK Migas akan meningkatkan koordinasi dan mendorong KKKS untuk dapat segera merealisasikan program kerja untuk dapat mencapai target target jangka pendek 2022 dan menjadi pondasi bagi upaya pencapaian target jangka panjang di tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel perhari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).(*)

Thursday, 7 April 2022

Lima Proyek Hulu Migas Dengan Investasi Rp 3,6 T Akan Onstream di Kuartal 2 Tahun 2022


FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan tahun ini akan ada 12 proyek hulu migas yang akan onstream. Dari jumlah tersebut, diproyeksikan 5 (lima) proyek hulu migas akan onstream di kuartal 2 tahun 2022 yang terdiri atas 1 proyek minyak dan gas yaitu Bukit Tua Phase 2B Petronas Carigali Ketapang II Ltd. dan 4 (empat) proyek gas meliputi Hiu Phase 2 Medco E&P Natuna, Jumelai Pertamina Hulu Mahakam, Baru Gas Plant Modif. to Tenayan Plant EMP Bentu, serta OPL South Sembakung JOB PMEP Simenggaris.Investasi untuk lima proyek tersebut mencapai US$ 250,3 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun (asumsi US$ 1 setara Rp 14.400,-) dan akan memberikan potensi tambahan produksi minyak sebesar 14.000 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 179 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menurut Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, penyelesaian proyek hulu migas akan memberikan dampak yang signifikan untuk mencapai target lfiting migas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 

Tingginya harga minyak dunia sejak tahun lalu dan diperkirakan akan bertahan cukup lama, dan dalam jangka panjang menurut lembaga riset seperti Rystad telah memperkirakan harga minyak dunia berada dikisaran US$ 80 per barel atau lebih tinggi dibandingkan estimasi awal yang sebesar US$ 60 per barel.

“Momentum harga minyak dunia yang tinggi dimanfaatkan betul oleh SKK Migas dengan mendorong KKKS untuk melakukan investasi yang lebih agresif, serta mendorong KKKS untuk melaksanakan programnya lebih dini diawal tahun. Termasuk didalamnya adalah SKK Migas mengawal penyelesaian proyek hulu migas 2022”, ujar Julius.

Lebih lanjut, Julius menyampaikan bahwa berdasarkan prognosa saat ini, diperkirakan ada 12 proyek hulu migas yang bisa onstream di tahun 2022 sesuai yang telah ditetapkan dalam key performance indicator (KPI).

“Untuk 5 proyek yang akan onstream di kuartal 2 tahun 2022, dari jumlah tersebut di bulan April akan onstream proyek Bukit Tua Phase 2B, sedangkan 3 (tiga) proyek lainnya yaitu Hiu Phase 2, Jumelai dan Baru Gas Plant Modif. To Tenayan Plant akan onstream di bulan Mei dan 1 (satu) proyek OPL South Sembakung di bulan Juni”, ungkap Julius.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melakukan kunjungan kerja ke Petronas Carigali Ketapang II Limited (PCKL) di Gresik (28/3), untuk melihat lebih dekat progress penyelesaian Proyek Bukit Tua Phase 2B. Dalam kunjungan kerja tersebut, Dwi Soetjipto mendapatkan penjelasan perkembangan proyek Bukit Tua Phase 2B yang sudah mencapai 96% dari target, sehingga dipastikan di bulan April 2022 sudah bisa onstream.

Pada kunjungan kerja tersebut, Dwi Soetjpto menekankan pentingnya agar proyek Bukit Tua Phase 2B bisa onstream di April 2022 agar mampu menaikkan lifting tidak hanya di wilayah kerja (WK) Ketapang tetapi juga pencapaian lifting secara nasional. “Jika di tahun 2021 capaian produksi minyak di WK Ketapang sebesar 7.032 BOPD dan 32,8 MMSCFD, maka di tahun 2022 diharapkan lifting minyak akan meningkat menjadi 12.000 BOPD.”, ujar Dwi.

“Potensi di WK Ketapang masih menjanjikan, sehingga SKK Migas terus mendorong percepatan proyek pengembangan lapangan lainnya, seperti Bukit Panjang, Jenggolo serta Bukit Tua Waterflood. Untuk meningkatkan produksi berkelanjutan, maka harus terus didorong pengajuan proyek lainnya, seperti dengan telah discovery sumur hidayah WK North Madura II, harus segera dilakukan POD agar cadangan yang ditemukan dapat segera diproduksi”, terang Dwi.

Thursday, 17 March 2022

Kapolda Jambi Hadiri Pekan Panutan Perpajakan di Rumah Dinas Gubernur


FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Irjen Pol. A. Rachmad Wibowo menghadiri Pekan Panutan Perpajakan, Kamis (17/3/2022).


Kegiatan dihadiri Gubernur Jambi, Al Haris, Wagub Jambi, Abdullah Sani, Forkompinda Jambi, Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Barat dan Jambi, Lindawaty dan Kepala KPPP Jambi Telanaipura, Sri Mulyono.


Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto mengungkapkan Kapolda Jambi menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama selama ini dan menyambut baik untuk kerjasama di masa mendatang.


" Pihaknya juga mengimbau personel untuk himbauan untuk menyampaikan SPT Tahunan dan mengikuti Program Pengungkapan Sukarela bagi seluruh jajaran dan masyarakat Jambi," jelas Mulia Prianto.(*)

Tuesday, 15 March 2022

Momentum Harga Minyak, SKK Migas Kumpulkan CEO KKKS


FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Harga minyak dunia naik dengan cepat di awal tahun 2022. Menyikapi momentum kenaikan harga minyak serta dalam rangka melakukan akselerasi program kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2022, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menyelenggarakan CEO Forum 2022 di Jakarta (16/3) yang diselenggarakan secara hybrid (offline dan online).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas A. Rinto Pudyantoro menyampaikan untuk mengawal realisasi program work, program & budget (WPnB 2022) yang jauh lebih besar dan masif dibandingkan tahun lalu, SKK Migas akan mengadakan CEO Forum 2022 di awal tahun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan di kuartal 3. “Komitmen dan kesepakatan dalam WPnB 2022 harus dikawal dengan serius, hal ini yang mendasari SKK Migas mempercepat pelaksanaan CEO Forum yang sebelumnya dilaksanakan di bulan September, menjadi di di awal tahun, yaitu tanggal 16 Maret 2022”.

“Terlebih terdapat momentum kenaikan harga minyak yang sangat cepat, sehubungan dengan kekhawatiran pasokan global karena adanya situasi geopolitik dunia yang sedang memanas saat ini. Sehingga harga minyak dunia sempat menembus angka US$ 125 per barel, atau rekor tertinggi sejak tahun 2014”, kata Rinto.

“Momentum ini harus dimanfaatkan betul dengan keseluruhan program kerja dalam W,PnB 2022 dapat dieksekusi semuanya, syukur-syukur dari hasil CEO Forum 2022 nantinya ada KKKS yang menambah investasi, yang artinya ada penambahan program kerja sehubungan dengan arus pendapatan KKKS yang meningkat”, ujar Rinto.

Lebih lanjut Rinto menambahkan, bahwa dengan program kerja yang masif di 2022 akan ada berbagai tantangan dan kendala. Semisal, ketersediaan rig dan pengaturan jadwalnya. Tentu akan menimbulkan tantangan tersendiri ketika rencana pemboran sumur pengembangan di tahun 2022 meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2021, artinya dibutuhkan rig dalam jumlah yang lebih besar.

“Mencari rig tentu tidak mudah, apalagi negara lain tentu juga akan menggenjot produknya migas sehingga membutuhkan rig. Namun dengan koordinasi dan sinkronisasi jadwal, termasuk didalamnya adalah pelaksanaan kontrak bersama penggunaan rig oleh beberapa KKKS. Selain itu, bagaimana mensinkronkan jadwal pemboran, memastikan faktor non teknis seperti perizinan, pembebasan lahan dan lainnya sudah clear and clean”, terang Rinto.

“Melalui CEO Forum 2022 diharapkan setiap KKKS yang memiliki kendala dapat disampaikan, ataupun memiliki masukan dan best experience dapat disampaikan pula sehingga menjadi lesson learn bagi KKKS lainnya. Adapun bagi SKK Migas, melaui CEO Forum 2022 maka dapat melakukan identifikasi hal-hal yang menjadi bottleneck dan segera dapat dilakukan langkah penyelesaiannya”, pungkas Rinto.

Seiring mulai membaiknya perekonomian dunia dan nasional serta mulai terkendalinya wabah Covid-19, diperkirakan permintaan minyak dan gas akan beranjak naik. KKKS menyikapi hal ini dengan target program kerja pada WPnB 2022 dengan program yang lebih masif. Hal ini nampak dari target pemboran yang diperkirakan mencapai 890 sumur pengembangan yang terdiri atas 790 sumur pengembangan hasil WPnB dan 100 potensi sumur pengembangan dari program filling the gap (FTG). Rencana program sumur eksplorasi mencapai 42 sumur atau lebih tinggi dibandingkan 2021 yang sebanyak 28 sumur. Rencana survei seismik 2D sepanjang 3.539 km dan seismik 3D sepanjang 4.339, yang lebih panjang dibandingkan tahun 2021 yang realiasi survei seismik 2D sepanjang 2.635 km dan seismik 3D sepanjang 1.190 km. Untuk program workover ditahun 2022 mencapai 581, sedangkan well service sebanyak 29.582.(*)

Daerah

Politik

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved