Pasca Gas Air Mata Sampai di Masjid, Warga Protes di Mapolda Jambi - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Friday, 23 October 2020

Pasca Gas Air Mata Sampai di Masjid, Warga Protes di Mapolda Jambi

Pasca Gas Air Mata Sampai di Masjid, Warga Protes di Mapolda Jambi


FOKUSJAMB.COM, JAMBI
- Usai melaksanakan shalat Jumat (23/10), puluhan warga Jambi yang tergabung dalam Aliansi Muslim Indonesia (AMIN), melakukan aksi unjuk rasa mengecam atas penyebaran gas air mata sampai di kompleks Masjid Ar Raudhah.


Aksi ini berlangsung di Masjid Ar Raudhah yang terletak di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi,  serta dilanjutkan di Mapolda Jambi untuk mediasi.


Ketua Mualaf Center Indonesia Regional Jambi sekaligus Koordinator lapangan dalam aksi ini, Faisal mengatakan bahwa mereka sangat mengecam apa yang terjadi  pada Masjid Ar Raudhah, yaitu terkena gas air mata saat aksi tolak UU Cipta Kerja pada tanggal 20 Oktober 2020. Fakta ini katanya didukung dengan keterangan dari 4 orang saksi. 


“Kita sangat mengecam dan tidak menyukai yang terjadi pada 20 oktober 2020, karena ada gas air mata yang masuk halaman Masjid Ar Raudhah ini. Ada 4 orang saksi kita minta keterangan dan ada bekas jatuhnya gas air mata tadi,”katanya, Jumat (23/10).


Menurutnya, kejadian itu menimbulkan trauma pada anak-anak untuk datang ke Masjid Ar Raudhah. Oleh karena itu puluhan massa ini meminta klarifikasi pada Polda Jambi.


“Beberapa anak jadi trauma. Anak-anak ini ngajinya magrib. Mereka mau mengaji tapi ketakutan, karena begitu banyak gas air mata yang masuk masjid,” tutur Faisal.


Massa aksi ini mendapatkan sambutan baik dari Kepala Polda Jambi, sehingga mediasi bisa berlangsung tertib.


Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman mengatakan bahwa pihaknya akan mencari tahu bagaimana bisa gas air mata sampai di Masjid Ar Raudhah, sekaligus mencari tahu proses penyebaran informasi ini.


“Kita cari tahu semua informasi berkaitan dengan hal itu. Undang-undang ITE juga meminta yang menyebarkan berita, untuk memastikan jangan sampai memanfaatkan medsos untuk kepentingan negatif. Kalau memang ditemukan (peluru gas air mata) kita minta pertanggung jawaban, dapat dari mana,” katanya, Jumat (23/10).


Menurutnya pengamanan unjuk rasa pada tanggal 20 Oktober 2020, sudah memenuhi SOP. Gas air mata tetap digunakan untuk pengamanan unjuk rasa, dalam kondisi tertentu.


“Itu sesuai SOP, sepanjang itu perlu. Kita tak langsung tiba-tiba pakai itu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved