Cegah karhutla, Polres Tanjab Barat Kedepankan Program GAS POLL - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Monday, 6 July 2020

Cegah karhutla, Polres Tanjab Barat Kedepankan Program GAS POLL

Cegah karhutla, Polres Tanjab Barat Kedepankan Program GAS POLL

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Kapolda Jambi bergerak cepat melalui Polres Tanjabbar sebagai proyek percontohan menindaklanjuti Instruksi Presiden ke -4 dan ke -7 di hari Bhayangkara mencari formula strategi proaktif yg dapat dilakukan dengan tepat Gass POLL dengan upaya edukasi pencegahan karhutla dengan mengangkat budaya kearifan lokal mengolah pupuk kompos dari sisa lahan

Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat melakukan perubahan pola pengolaan lahan agar tidak terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan cara mengolah limbah menjadi bahan kompos untuk pupuk tanaman.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan langkah yang harus dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi Karhutla di wilayahnya.

Menurutnya, jika dibakar akan membuat kerugian yang cukup serius, baik kerugian finansial maupun kerugian ekosistem dan kesehatan. Namun, dengan kompos dapat memberikan Manfaat untuk tanaman.

“Coba kita lakukan untuk mengubah  pola pikir  membuka lahan dengan cara mengganti lahan dengan membuka bahan baku membuat pupuk kompos yang bernilai ekonomis,” katanya, Minggu (7/7/2020).

Menurutnya, langkah ini dilakukan Polda Jambi melalui Polres Tanjab Barat akan menggelar Program Edukasi Menghadapi Musim Kemarau yang identik dengan karhutla melalui Gerakan Bersama Mengolah Limbah Lahan (GAS POLL) guna mencegah Karhutla

“Agar Kasat Binmas dan para Kapolsek mulai memulai menggerakkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk edukasi ke kelompok tani dengan memanfaatkan menjadi pupuk kompos dengan cara yang murah, sederhana, ringan, dapat membantu dan bermanfaat, dapat meningkatkan masyarakat,” katanya.

Guntur mengutip inovasi yang dilakukan menindak lanjuti Program Polisi Sambang Desa (PPSD) beberapa waktu lalu. Dalam PPSD beberapa waktu yang lalu, kata Guntur, masyarakat banyak menyampaikan berbagai keluhan termasuk karhutla. Membuat langkah ini bisa terwujud pembuatan kompas dari limbah tanah.

“Sambang desa ini hasil (pembuatan kompos). Semoga gerakan ini juga segera massif terinternalisasi di kelompok tani guna antisipasi jangan sampai peternakan alasan ini karena dapat digunakan bahan ini untuk dibuat kompos yang menguntungkan ekonomis, ”jelasnya.

Besok akan dilakukan kegiatan kompos tersebut ke masyarakat dan kelompok tani. Diharapkan dapat memberikan hasil yang positif agar tidak terjadi karhutla.

“Besok mulai mulai edukasi dan sosialisasi massif ke desa,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved