Tersangka Penyelundupan 65 Kg Sabu Asal Malaysia Dihubungi Orang tak Dikenal Via Telepon - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Saturday, 16 May 2020

Tersangka Penyelundupan 65 Kg Sabu Asal Malaysia Dihubungi Orang tak Dikenal Via Telepon

Tersangka Penyelundupan 65 Kg Sabu Asal Malaysia Dihubungi Orang tak Dikenal Via Telepon

FOKUSJAMBI.COM, KALTIM - Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Intelmob Satbrimob Polda Kaltim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 65 kg asal Malaysia ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Polisi mengamankan kedua tersangka yang mengaku disuruh orang tak dikenal untuk mengantarkan barang haram itu ke Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim.

Dari Malaysia, barang haram itu diseberangkan melalui perairan Nunukan, Kalimantan Utara, yang berbatasan langsung dengan Malayasia.

Dua tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu asal negara Malaysia dengan jumlah fantastis tak berkutik saat diamankan oleh tim Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Intelmob Satbrimob Polda Kaltim pada Senin(11/5/2020) dinihari.

Kedua tersangka itu diketahui bernama Busman (33) dan Andry Saputra (32). Mereka diamankan saat dalam perjalanan dari wilayah Tarakan, Kalimantan Utara menuju wilayah Samarinda, Kalimantan Timur.

Tak tanggung-tanggung, dari tangan kedua tersangka petugas menemukan barang bukti sabu seberat 65 kilogram (kg) yang dikemas dalam bentuk plastik teh China sebanyak 65 paket.

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim, kedua tersangka bernama Busman (33) warga Boki, Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dan Andry Saputra alias Andry (32) warga Jl. Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas Kota Tarakan, mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 150 juta per orang setelah berhasil membawa sabu seberat 65 kg tersebut ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Keduanya mengaku disuruh orang yang tak dikenal melalui komunikasi sambungan telpon untuk mengantarkan barang haram tersebut dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kita nggak tau yang mana orangnya soalnya hanya lewat telepon saja disuruh antar ke Samarinda dijanjikan Rp 150 juta satu orang kalau ini barang sampai di Kota Samarinda.(Indonesiaexpres)

Sumber : Indonesiaexpres.co.id

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved