Chrisnanda Dwilaksana New Normal dalam Road Safety Policing, Wujudkan Lalu Lintas Aman Selamat Tertib dan Lancar - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Sunday, 31 May 2020

Chrisnanda Dwilaksana New Normal dalam Road Safety Policing, Wujudkan Lalu Lintas Aman Selamat Tertib dan Lancar

Chrisnanda Dwilaksana New Normal dalam Road Safety Policing, Wujudkan Lalu Lintas Aman Selamat Tertib dan Lancar

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA
- Road safety policing merupakan pemolisian pada upaya upaya mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. 

Hakekat dari road safety policing adalah pada meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Terbangun budaya tertib berlalu lintas dan adanya pelayanan prima di bidang lalu lintas angkutan jalan. 

Chrisnanda Dwilaksana mengatakan, di masa pandemi covid 19 lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan terdampak dan harus dibatasi hingga di lock down. Pergerakan, traveling yang menjadi pilar produktivitas seolah olah menjadi lumpuh. Kebijakan kebijakan yang mengatur pembatasan atau pelarangan pergerakkan adalah demi kemanusiaan untuk mengatasi penyebaran pandemi covid 19 yang begitu masif. 

"Di dalam new normal ada kebijakan membuka kembali pergerakkan atau sistem transportasi secara bertahap. Agar produktifitas dan aktivitas agar masyarakat  dapat bertahan dan bangkit kembali untukdapat hidup tumbuh dan berkembang. Tentu dengan standar standar protokol kesehatan, tetap menggunakan masker, tetap jaga jarak, membatasi kapasitas. Disiplin warga masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan new normal ini," katanya melalui pesan singkat, Sabtu (30/5/2020)

Lanjut Chrisnanda Dwilaksana menuturkan, Polisi di dalam menangani lalu lintas secara manajerial maupun operasional melakukan upaya upaya mendukung pendisiplinan masyarakat melakukan kontrol sosial dan memberikan pelayanan pelayanan yang prima dibera new normal adalah membangun sistem yang berkaitan dengan : 

1. Edukasi yang dikembangkan menjadi sistem literasi road safety
 
2. Penegakkan hukum yang dikembangkan dalam sistem data kecelakaan , data pelanggaran secara on line atau berbasis AI dan IoT, penegakkan hukum secara elektronik dan membangun sistem patroli pada polisi jalan raya

3. Rekayasa lalu lintas dengan membangun sistem algoritma road safety melalui sistem pemetaan wilayah dan masalah secara digital yang berbasis pada: 
a. data jalan, 
b. data kendaraan, data pergerakkan, 
c. data kecelakaan, 
d. data pelanggaran, 
e. data trouble spot dan black spot  f. data dr kajian antar moda transportasi angukutan umum,
g. data yg berkaitan angkutan sungai danau pan penyeberangan, data perbatasan, 
h. data road safety yang berkaitan dengan pariwisata,
i.  kajian kajian smart city
yang dapat disajikan dalam sistem info grafis, info statistik dan info virtual yang on time real time dan any time. Apa yang tersaji juga dapat sebagai produk masukan untuk memprediksi, mengantisipasi dan memberi solusi.

4. Registrasi dan identifikasi yang berkaitan dengan kendaraan bermotor dibangun Eri : electronic registration and identification yang merupakan sistem sistem data kendaraan bermotor yang berbasis pada ANPR ( autimatic number plates recognation) berasis aplikasi pd on board unit RFID, QR dan sistem sistem  online nya pada BPKB, STNK dan TNKB.  

"Dengan sistem sistem tersebut registrasi dan identifikasi kendaraan bermotir dapat berfungsi sebagai penjamin legitimasi keabsahan asal usul kepemilikan dan sebagai fungsi kontrol yang dikaitkan penegakkan hukum dan mendukung forensik kepolisian maupun pelayanan prima kepolisian," imbuhnya. 

"Registrasi dan identifikasi pengemudi atau SIM berkaitan dengan sistem safety driving dan safety riding dari sekolah mengemydi, sistem uji sim, sistem penerbitan sim yang juga akan dikaitkan pada fungsi kontrol pada penegakkan hukum dan pelayanan prima yang dikembangkan pada sistem ttaffic attitude record ( TAR) dan program de merit point system ( DMPS)  pada sistem peepanjangan sim," terangnya. 

"Dengan adanya ini akan mendukung program program pemerintah yamg berkaitan  ERP, E PARKING, ETC, E BANKING, E SAMSAT bahkan ETLE"

5. Membangun pusat K3i : komunikasi koordinasi komandopengendalian dan informasi yang dapat mengintegrasikanantar fungsi dan stake holder yang dapat memonitor mengendalikan melakukan komunikasi dan solusi dalam sistem call centre dan quick response. 

"Pusat k3i juga berfungsi sebagai comand centre bahkan crissis centre yg mampu menggerakkan emergency policing maupun disaster policing. Pusat k3i ini sebagai back office dan sebagai big data system dan one gate service system."

"Pusat k3i ini didukung dalam sistem sistem IT for road safety ( tmc, eri, ssc, sdc, intan, tar dan dmps). Pada pusat k3i dikelola dalam smart manajemen yang diawaki oleh cyber cops yang mampu memberikan sistem pelayanan virtual maupun aktual"

6. Membangun sinergitas antar pemangku kepentingan di dalam membangun smart city ( smart living dan smart mobility) dalam program program yang diimplementasikan dalam RSPA ( road safety partnership action).

"Implementasi RSPA pada tingkat polres polda maupun mabes, Korlantas Polri Sinergitas ini didukung sistem sistem yang dapat mensinergikan sistem data masing masing stakeholder dalam sistem protokol data"

7. Membangun road safety research and development yang akan menjadi pusat dalam melakukan kajian kajian analisa dampak lalu lintas dan penelitian penelitian yang berkaitan dengan road safety. TARC ( traffic accident research centre), laborstorium road safety) serta penerbitan jurnal ikmiah tentang road safety atau sebagai road safety brief.

8. Koordinasi dan pengembangan sistem penegakkan hukum lalu lintas yang tidak sebatas pada pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, melainkan dapat terus dikembangkan pada upaya upaya E sidik dan pengungkapan kejahatan kejahatan  yang berkaitan dengan  vroad safety baik adminsistrasi, penyimpangan perilaku maupun hal2 illegal atas dokumen maupun kegiatan kegiatan yang merusak maupun membahayakan lalu lintas.

"New normal pada road safety policing dibangun pada pilar : literacy road safety, road safety coaching, intellegent road safety media management dan algoritma road safety. Tata normal baru akan mampu memberikan pelayanan pelayanan : keamanan, keselamatan, hukum,administrasi dan kemanusiaan secara prima. Terkendalinya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar," ucapnya. 

"Meningkatnya kualitas keselamatan, menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas. Terbangun budaya tertib berlalu lintas dan adanya pelayanan prima di bidang road safety yang memenuhi standar : kecepatan, ketepatan, tingkat akurasi yang tinggi, transpaansi, akuntabilitas (secara: moral, hukum, administrasi dan fungsional), informatif dan mudah diakses,Ucapnya
(Man/Red)

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved