Tahun 2030 SKK Migas Akan Mencapai Produksi Minyak 1 Juta BPOD dan Gas 12 Miliar BSCFD - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Thursday, 5 August 2021

Tahun 2030 SKK Migas Akan Mencapai Produksi Minyak 1 Juta BPOD dan Gas 12 Miliar BSCFD

Tahun 2030 SKK Migas Akan Mencapai Produksi Minyak 1 Juta  BPOD dan Gas  12 Miliar BSCFD


FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mencapai produksi minyak 1 juta barel oil per day (bopd) dan gas  12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.


Hal itu sesuai dengan Pasal 33 Undang – Undang Dasar Negara 1945 menyebutkan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat”. 


Namun demikian, demi mencapainya SKK Migas membutuhkan investasi mencapai US$ 187 miliar.


Hal itu disampaikan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, demi mencapai target produksi minyak 1 juta barel oil per day (bopd) dan gas  12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang maka membutuhkan investasi mencapai US$ 187 miliar.


"Kami perkirakan industri hulu migas bisa tarik investasi total US$ 187 miliar dengan total gross revenue US$ 371 miliar dan proyeksi pendapatan negara mencapai US$ 131 miliar," katanya dalam Konferensi Pers Virtual, Rabu (28/4).


Ditambahnya, Dwi Soetjipto menyampaikan, investasi tersebut akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) tidak hanya kepada proyeksi pendapatan negara, tapi juga uang yang beredar di sektor hulu migas.


"Besarnya multiplier effect dari terlaksananya visi ini tidak hanya dari proyeksi pendapatan negara, tapi juga dari investasi dan uang yang beredar, yang tentunya dapat menimbulkan dampak yang sangat besar dalam upaya pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional," ungkapnya.


Lebih lanjut, kata Dwi, Dwi menekankan, untuk mencapai target tersebut sangat diperlukan pengungkit untuk meningkatkan investasi. Salah satunya, SKK Migas akan berusaha tingkatkan daya saing atau daya tarik Indonesia dalam investasi.


"Pertama one door service policy yang diharapkan dapat mempermudah proses perizinan. Ini telah dilaunching di SKK Migas pada Januari 2020, dan proses perizinan terus semakin dipercepat dari sebelumnya 4 hari kerja menjadi 3,1 hari kerja, dan kita harapkan di bawah 3 hari untuk 2021 ini," paparnya.


Selain itu, juga dibutuhkan integrasi kuat dengan kementerian/lembaga terkait, sistem fiskal yang kompetitif dan fleksibel, kepastian hukum dan digitalisasi, serta ketersediaan jatah di seluruh area cekungan yang ada di Indonesia.

"Pemerintah telah mentargetkan ketersediaan data ini bisa tuntas di akhir 2024," ujar Dwi Soetjipto.


Namun, sebelum mencari investasi, SKK Migas harus terlebih dahulu mempertimbangan dari segala aspek. Yakni, dampak lingkungan serta masyarakatnya. 


Dalam hal ini, terkadang peraturan daerah dan peraturan pusat  bertumpang tindih. Untuk itu, harus terlebih dahulu disinkronisasi agar tidak terjadi perdebatan. Serta teknologi yang mutakhir.


Jika demikian, barulah bisa SKK Migas mencapai target, yakni produksi minyak 1 juta barel oil per day (bopd) dan gas  12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.(*)

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved