Bos Besar Baby Lopster Ilegal Ditangkap Polda Jambi - Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi

Friday, 5 February 2021

Bos Besar Baby Lopster Ilegal Ditangkap Polda Jambi

 Bos Besar Baby Lopster Ilegal Ditangkap Polda Jambi


FOKUSJAMBI.COM, JAMBI
- Bos besar Baby Lopster ilegal akhirnya ditangkap Polda Jambi. Setelah sebelumnya menjadi buron tim gabungan satgas benur Polda Jambi beberapa bulan terakhir.


Buron tersebut, yakni Amir Hamzah alias Boy, yang ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin (1/2/2021) pukul 22.00 WIB.

Selain itu, seorang pelaku sebagai penyedia transportasi, Lim Kay Chuan juga turun diamankan, pada Minggu (24/1/2021) kemarin.

Kapolres Tanjabtim, AKBP Deden, menjelaskan, penangkapan kedua pelaku ini merupakan hasil dari pengembangan ungkap kasus pada Jumat (18/12/2020) lalu.

"Kedua pelaku ini dari hasil pengembangan 27 box yang berisi 40.500 baby lopster," ujarnya, di Mapolda Jambi, Jumat (5/2/2020).

Ditambahnya, bos dari baby lopster tersebut bernama Amir Hamzah, yang ditangkap di Kota Bogor.

Juga penyedia transportasi air, yakni speedboat yaitu Lim Khay Chuan.

"Jadi mereka ini saling berkomunikasi. Satu yang punya satu penyedia speedboat," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi Daerah (Polda) Jambi berhasil menggagalkan pengiriman benih baby lopster, pada Kamis (19/12/2020) malam.
Sebanyak 27 box yang berisikan 40.500 berisikan benih baby lopster berhasil diamankan Mapolda Jambi.

Benih baby lopster tersebut berasal dari Lampung hendak dikirimkan ke Singapura, melalui Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tepatnya di Desa Majelis Hidaya.

Dalam Konferensi pers, Kapolda Jambi A. Rachmad Wibowo, menerangkan, penangkapan tersebut pada Kamis Malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Ditambahnya didapatkan sebanyak 27 box yang berisikan 40.500 benih baby lopster.

"Benih baby lopster yang ditangkap ini ada dua jenis. Jenis pasir dan jenis mutiara," ujarnya, di lobi Mapolda Jambi, Jumat (18/12/2020).

Dipaparkannya, di setiap plastik streoform terdapat 100 telur jenis mutiara. Sedangkan jenis pasir di setiap plastik 200 ekor.

"Harganya 100 per mutiara, jadi jika ditotalkan Rp 6 miliar," lanjutnya.

Lebih lanjut A. Rachmad mengatakan, bahwa pihaknya telah mengikuti kebijakan yang dibuat Pemerintah Pusat untuk persediaan lopster di Indonesia.

"Agar kita bisa menikmati lobster sendiri. Selain itu ini juga mata pencarian petani. Kalau ilegal bisa beresiko lobster habis, tutupnya. (RMD)

Berita Terkait

Semua Berita

© Copyright 2019 Fokus Jambi | Media Online Masyarakat Jambi | All Right Reserved